Penyakit Feline Caliciviral Disease (FCD) Pada Kucing
Penyakit Feline Caliciviral Disease (FCD) Pada Kucing

By Admin Web 15 Okt 2018, 14:35:32 WIB Artikel
Penyakit Feline Caliciviral Disease (FCD) Pada Kucing

Penyakit FCD disebabkan oleh infeksi Calicivirus, yaitu virus RNA, yang dulu juga dikenal sebagai picornavirus, biasa menyerang paru-paru dan lidah, hingga menyebabkan “tongue and lung disease. Meskipun hanya dikenal satu serotipe saja, virus memiliki galur yang bervariasi keganasannya. Masa inkubasi penyakit kurang dari 48 jam, dan bila tidak diikuti infeksi sekunder, berlangsung 5 – 7 hari. Berbagai galur virus mungkin memiliki cakupan luas dalam menyebabkan perubahan patologi, mulai dari bentuk lepuh sampai radang bronchus bernanah.

  1. Gejala-gejala

Gejala Feline Caliciviral Disease sangat mirip gejala Feline Viral Rhinotracheitis. Gejala hipersalivasi dan anoreksia merupakan gejala utama dari adanya radang mulut ulseratif. Gejala klinis muncul dari 2 sampai 8 hari setelah infeksi virus, dan mencapai puncaknya dalam 10 hari setelah gejala klinis teramati. Pada yang berlangsung akut karena saluran nafas tertutup lendir yang mengental, dehidrasi dan tidak adanya makanan yang masuk (anoreksia) segera mengakibatkan kelemahan yang sangat dan akhirnya diikuti kematian.

Gangguan pada mata selain epifora, blepharospasmus juga terjadi chemosis, yaitu membengkaknya palpebra sebelah dalam hingga mata nampak membesar oedematous. Pada penderita yang melanjut menjadi kronis, gejalanya ringan atau tidak sama sekali. Status karier berlangsung selama beberapa tahun, dan virus dibebaskan lewat organ oropharynx.

  1. Pencegahan

Vaksin Calicivirus dapat mencegah beberapa variant FCV. Galur yang resisten selalu ada, dan tidak dapat diatasi oleh vaksin yang digunakan. Hewan yang sudah divaksin masih dapat menjadi karier dan dapat membahayakan hewan di sekitarnya. Vaksin polivalen yang mengandung virus FRC, FCV, dan Panleukopenia digunakan dalam mencegah FCD, seperti yang sudah diuraikan sebelumnya. Profil virus FVR dan FCV, serta gambaran klinis, terapi dan profilaksi kedua penyakit yang telah diuraikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 1. Profil Virus Feline Viral Rhinotracheitis (FVR) dan Feline Calicivirus (FCV).

 

FVR

FCV

Penyakit yang ditimbukan

Virus Feline Viral Rhinotracheitis (FVR)

Feline Calicivirus (FCV)

Karakteristik Virus

Herpes Virus

DNA

Antigenisitas isolat seragam

Virulensi tinggi

Dulu : Picorna virus

RNA

Variasi antara isolat

Tergantung pada galur virus

Daya Tahan

Di luar Hospes : Mati < 24 jam Tak tahan panas/dingin

Stabil dalam 8 – 10 hari

Tahan panas/dingin

Pembentukan antibodi alami

Jelek

?

Antibodi pasca vaksinasi

Bagus

Booster 1 tahun

Bagus

Booster 1 tahun

Jaringan tempat replikasi virus

Mukosa hidung, trachea, conjungtiva

Paru-paru, mukosa hidung, konjungtiva mukosa mulut

Modus infeksi transmisi virus

Nasal, oral, konjungtival

Kontak antar kucing

Kontaminasi alat, tangan, dan lain-lain

Sama

Sama

Desinfektan Efektif

Kaporit, ammonium kuarterner, alkohol

Sama

 

Tabel 2. Gambaran Klinis, Terapi dan Pencegahan Feline Viral Rhinotracheitis (FVR) dan Feline Calicivirus (FCV)

 

FVR

FCV

Masa Inkubasi (hari)

2 – 17

2 – 10

Lama Fase Viral (hari)

10 – 20

5 – 10

Penularan

Dari kucing ke kucing

Tangan, alat-alat terinfeksi

Aerosol (?)

Sama

Gangguan pernafasan

Bersin

Pilek

Batuk

Hipersalivasi

Bersin

Pileg

Pneumonia

Stomatitis ulseratif

Gangguan pada mata

Konjungtivitis

Epifora

Blepharospasmus

Pada stadium lanjut : keratitis ulseratif

Konjungtivitis

Chemosis

Epifora

Blepharospasmus

Pada penyakit kronis

Status karier banyak ditemukan

Gejala klinis absen

Virus tersebar selama 2 minggu pasca stres

Sifat virus : virulent

Penderita jadi sakit dengan gejala klinis

Status karier selama bertahun tahun

Gejala klinis ringan atau absen

Virus dibebaskan dari organ oropharynx

Terapi

Isolasi

Pengobatan penguat

Istirahat

Cegah dehidrasi

Antibiotik

Sama

Pencegahan

Vaksin FHV-1 ; proteksi bagus dan kalau terserang tidak terlalu menderita

Masih bisa jadi karier, meskipun sudah divaksin

FCV vaksin cegah beberapa variant

Galur yang resisten selalu ada

Masih bisa jadi karier meskipun sudah divaksin.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment